Jumat, 30 Desember 2011

BNTENG MADANG WISATA HSS

     Jika Anda jalan-jalan ke kecamatan Padang Batung, maka di sebelah Utara Anda akan bertemu dengan sebuah desa yang bernama Madang. Kawasan ini merupakan dataran  tinggi atau daerah  pegunungan, oleh karena itu hawanya terasa sejuk. Dataran tinggi tersebut pada masa Kerajaan Banjar  oleh Tumenggung Antaluddin ditata dan dibuat  benteng pertahanan dalam menghadapi serangan serdadu Belanda. 

     Tercatat ada lima kali serangan yang dilakukan oleh serdadu Belanda dan semuanya dapat dikalahkan oleh pasukan Pangeran Hadayatullah dan Demang Lehman. Serangan-serangan serdadu Baelanda tersebut dilakukan pada tanggal 3,4,13,18 dan 22 September 1860. Pada serangan yang keempat tanggal 18 September 1860, pasukan infantri serdadu Belanda yang dipimpin oleh Kapten Koch dihajar habis-habisan oleh pasukan Pangeran Hidayatullah dan Demang Lehman, sehingga banyak serdadu Belanda yang tewas termasuk Kapten Koch sendiri.




     Sekarang Benteng Madang yng letaknya berada diketinggian ini telah ditata dan direnovasi oleh Pemda HSS dengan anak tangga lebih dari 400 buah. Benteng Pertahanan yang dibangun pada zaman  kerajaan Banjar yang sekarang menjadi tempat rekreasi atau kawasan sejarah ini dapat dicapai dengan menggunakan mobil dari Kota Kandangan dengan  jarak ± 8 Km.

Kalangan Hadangan Di Nagara HSS KalSel

Bagi para fotografer khususnya fotografer Kalimantan Selatan terutama bagi mareka yang sering melakukan Hunting Ke tempat tempat wisata di Kalimantan selatan pasti sudah tidak asing lagi dengan Nama Kalangan Hadangan ( Kandang Kerbau Rawa ) Di Nagara HSS. Tempat Penggembala Kerbau Rawa bekerja ini dapat menjadi tempat yang Unik dan Eksotik Untuk objek Foto dan merupakan tempat Favorit bagi para fotografer Kalsel.


Kalang adalah nama kandang kerbau ini. Kalang merupakan tumpukan kayu gelondongan yang disusun bersilangan dengan lantai papan setebal 10 cm yang ditata rapat. Tinggi kalang mencapai 5 meter tau tergantung kedalaman rawa; tinggi lantai kalang 1,5 meter dari permukaan air . Karena kerbau ini dikandangkan dikalang maka masyarakat sekitar mengenalnya hadangan kalang .


Perjalanan untuk melihat kerbau rawa harus menggunakan kapal (kapal kelotok), sejenis kapal angkut penumpang kapasitas 30 orang. Perjalanan dimulai dengan menyusuri sungai Nagara menuju rawa di wilayah nagara. Perjalanan ke lokasi sekitar 30 menit. Pemilihan kapal untuk disewa perlu diperhatikan pada pengetahuan sopir/nahkoda yang telah mengetahui jalur dirawa. Hal ini dilakukan untuk menghindari kandasnya kapal saat menyusuri rawa

Jumat, 23 Desember 2011

TUGAS IT MINGGUAN

GUNUNG/BUKIT KANTAUAN

Sebetulnya tidak ada yang istimewa dari bukit yang terletak dipegunungan meratus ini, hanya sebuah bukit kecil yang terdiri dari batuan kapur yang ditutupi tumbuhan liar. Dulu, sebelum ada jalan aspal menuju ke Loksado seperti sekarang ini, Kantauan merupakan cek poin bagi backpacker dijalan rintisan yang ingin menuju perkampungan Dayak Bukit di desa Loksado.
Bila pada pagi hari kita berhenti sejenak di depan penginapan / lodge Arjuna di kampung Muara Hatip, bukit ini akan tampak terlihat berdiri gagah dan sedikit angkuh disela sela kabut yang masih enggan beranjak, sangat menantang para petualang untuk mendakinya.
IMG_4111
Desa Muara Hatip dikaki bukit Kantauan ini dulunya berdiri sebuah Balai adat dari salah satu kelompok dayak bukit yang bernama Balai Tamiang Malah, tapi balai tersebut sudah rusak tidak terurus ditambah lagi masyarakatnya sudah banyak yang berpindah dari kepercayaan kaharingan. Karena lokasinya yang strategis, indah dan menantang sekarang desa Muara Hatip sering dijadikan base camp bagi kegiatan out bond oleh beberapa instansi baik pemerintahan maupun swasta.
Pada tanggal 8 November 2008 yang lalu, +/- 70 personil rekan rekan pecinta sepeda gunung dari Banjarmasin dan Tapin juga menjadikan desa Muara Hatip sebagai base camp dan starting point untuk penjelajahan sampai ke Loksado dan Haratai dengan menggunakan MTB. Tunggu posting berikutnya untuk liputan: Serunya bersepeda gunung dari Muara Hatip ke Haratai..........

Kamis, 15 Desember 2011

TUGAS IT MINGGUAN

Bila Anda ingin suasana liburan yang berbeda, datanglah ke Loksado, pemukiman masyarakat Dayak-Meratus di hulu Sungai Amandit, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan. 

Selain alamnya yang asri, di sana juga terdapat rumah panjang suku Dayak (Balai Malaris), air terjun Haratai, Danau Bangkau, Bukit Kantawan dan pemandian air panas Tanuhi. 

Di antara sekian banyak objek wisata yang ada di tanah Loksado, ada satu hal yang menjadi tujuan wisata utama para wisatawan. Yaitu menantang adrenalin, menyusuri sungai sepanjang 12 km dengan menggunakan Bamboo Rafting. 

Sungai Amandit memiliki aliran air yang lumayan deras dan batu-batuan yang menantang untuk Anda taklukkan.


Bamboo Rafting
 atau masyarakat lokal menyebutnya sebagai Balanting Paring, sangat berbeda dengan arung jeram yang biasanya menggunakan perahu karet. Di Loksado Anda berarung jeram dengan menggunakan rakit bambu yang terbuat dari 50-70 batang bambu yang diikat menjadi satu hingga berbentuk rakit. 
Wisata Menantang Adreanlin Di Sungai Loksado

TUGAS IT MINGGUAN 12 NOVEMBER KELOMPOK

Sabtu, 12 November 2011

TUGAS IT MINGGUAN

Sabtu, 12 November 2011


"WISATA ALAM HARATAI KAB.HSS"

NAMA : SRI NORHIDAYATI
NPM    : 30611E2012
KELOMPOK : 3 (tiga)
CLASS : ENGLISH / E/ A



"AIR TERJUN HARATAI"

Haratai bertempat di desa loksado kab. hulu sungai selatan. disana adalah daerah pegunungan. disana terdapat sebuah panorana alam yang sangat indah, yaitu air terjun. biasanya tempat wisata ini ramai dikunjungi pada hari-hari libur ataupun akhir pekan. disana terdapat air terjun yang berketinggian sekitar +  4 meter, dengan kerindangan dan masih berudara segar pegunungan. Selain tempatnya yang indah, menuju tempat air terjun ini pun menjadi sebuah petualangan yang menarik. karena tempatnya yang cukup jauh di dalam pegunungan, tempat wisata air terjun ini juga harus melalui beberapa tempat melalui sungai-sungai yang berarus deras dengan jembatan penghubung yang tidak permanen, jadi membuat adrenalin kita semakin tertantang. ini lah sedikit kisah dari keindahan alam di kabupaten HSS.

TUGAS IT MINGGUAN 19 NOVEMBER 2011

Sabtu, 19 November 2011

WISATA ALAMI DI H.S.S

Air Panas Tanuhi

 

 Griyawisata.Com-Air Panas Tanuhi, sebuah tempat di kaki Pegunungan Meratus sangat cocok bagi Anda yang ingin melepaskan kepenatan setelah 1 minggu beraktivitas. Sumber air panas alami, sangat baik untuk kesehatan tubuh Anda, sekaligus untuk refreshing jiwa Anda. Lokasi berada di Kecamatan Loksado.   


Seorang lelaki tua berjalan tertatih-tatih dengan dipapah dua orang anaknya, menuju sebuah kolam air panas. Di sepanjang pinggiran kolam berbentuk oval tersebut, sudah ada sejumlah orang duduk berjajar merendamkan kaki ke dasar kolam. Kolam air panas Tanuhi namanya yang terletak di Desa Tanuhi, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan (160 Km dari Banjarmasin ), dipercaya sebagai sumber mata air panas mujarab untuk mengobati berbagai macam penyakit. Lokasi ini juga menjadi obyek wisata andalan Kalsel yang banyak dikunjungi wisatawan dalam dan luar negeri.
 
“Setiap beberapa bulan sekali saya datang kesini untuk mengobati penyakit saya,” tutur Syamsuddin,65 warga Banjarmasin . Sudah sekian lama dirinya mengalami penyakit kulit yang tidak kunjung sembuh meski telah berobat hingga Jakarta .
 
Namun setelah beberapa kali mandi di kolam air panas tanuhi, secara berangsur-angsur penyakit yang dialaminya sembuh. Bahkan kini Syamsuddin rutin datang ke tanuhi untuk menjaga kondisi kesehatannya. Air panas tanuhi bersumber dari mata air yang keluar dari lereng pegunungan meratus.
 
Air panas dari perut bumi ini cukup jernih, tetapi cukup panas berkisar 40-50 derajat celcius. Berbeda dengan air panas di pulau Jawa, mata air panas di kaki pegunungan meratus ini tidak mengeluarkan bau belerang, karena di Kalsel memang tidak ada gunung berapi.
 
Mereka yang percaya dengan khasiat air panas tanuhi ini, rela berendam hingga berjam-jam. Obyek wisata kolam air panas tanuhi tergolong modern, karena oleh pemerintah daerah setempat telah dibangun berbagai fasilitas penunjang seperti kolam renang, taman bermain serta 20 buah villa dengan tarif cukup terjangkau sebesar Rp 250.000 permalam.
 
Adapula gedung pertemuan dan lapangan tennis. Pada saat-saat tertentu, terutama malam pergantian tahun lokasi ini begitu padat dikunjungi warga dari berbagai daerah. Banyak pula muda mudi yang datang untuk berkencan.
 
Di sekitar lokasi kolam air panas tanuhi, mengalir sungai tanuhi, bagian hilir sungai Amandit yang jenih dengan dasar sungai berbatu-batu. Di sepanjang tepi sungai banyak ditumbuhi pepohonan bamboo.
 
Selain obyek wisata air panas tanuhi, terdapat pula sejumlah obyek wisata lain yang cukup eksotik seperti wisata petualangan treckling (jalan kaki) dan kemudian dilanjutkan dengan menaiki rakit bamboo (bamboo rafting) menyusuri aliran sungai Amandit, sembari menikmati pemandangan alam pegunungan.